Lombok Timur, dialogmandalika.com (16/11) – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Nurlila kembali menunjukkan komitmennya sebagai lembaga sosial yang mengutamakan amanah dan transparansi dalam setiap penyaluran bantuan kepada anak yatim. Di tengah perkembangan program sosial yang terus tumbuh di Lombok Timur, LKSA Nurlila tampil sebagai salah satu organisasi yang konsisten menjaga integritas dalam mengelola bantuan dari pemerintah maupun masyarakat.
Ketua LKSA Nurlila, Muhammad Akbar, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diterima lembaga akan disalurkan secara penuh kepada anak yatim tanpa potongan. Hal ini disampaikannya seiring beredarnya sejumlah informasi yang mempertanyakan mekanisme pengelolaan bantuan di lapangan. Menurutnya, sebagai lembaga sosial yang lahir dari kepedulian masyarakat, menjaga kepercayaan menjadi prioritas utama.
Penegasan itu disampaikan pada kegiatan penyaluran dana YAPI sebesar Rp600.000 per anak untuk 112 penerima manfaat di Dusun Baru Bangke, Desa Montong Beter, Kecamatan Sakra Barat, Ahad (11/25).
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian rutin yang dilakukan LKSA Nurlila dalam upaya memastikan setiap anak yatim memperoleh haknya secara layak.
“Kami pastikan seluruh bantuan yang masuk ke LKSA Nurlila diberikan secara utuh kepada anak-anak yatim. Tidak ada potongan dalam bentuk apa pun. Ini adalah amanah yang harus dijaga, dan integritas lembaga adalah hal yang kami kedepankan,” ujar Akbar dengan nada tegas saat dikonfirmasi media melalui pesan singkat.
Dirinya menjelaskan, tugas LKSA bukan sekadar menyalurkan bantuan, melainkan juga memastikan bahwa proses tersebut berjalan transparan, tertib, dan sesuai aturan.
Kepercayaan masyarakat, lanjutnya, merupakan energi utama yang memungkinkan lembaga terus bergerak membantu anak-anak kurang mampu di berbagai wilayah Lombok Timur.
“Melalui jalur kemanusiaan ini, kami ingin hadir untuk mereka yang membutuhkan. Kami terus berupaya memperkuat peran LKSA sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, terutama bagi anak anak yatim dan dhuafa,” tambahnya.
Selain itu, Ketua LKSA Nurlila mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi yang tersebar, terlebih yang berpotensi memecah kepercayaan publik. Ia menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum menyebarkan kabar yang belum tentu benar, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan sosial di daerah, LKSA Nurlila berkomitmen memperkuat tata kelola, memperluas jangkauan bantuan, serta membuka ruang kolaborasi bagi siapa pun yang ingin berbagi.
"Ia juga memastikan bahwa lembaganya siap menyalurkan donasi dari para dermawan dengan penuh amanah dan tanggung jawab.
“Jika ada masyarakat yang ingin beramal, kami akan menyalurkannya kepada yang berhak dengan amanah dan penuh tanggung jawab. Setiap kepedulian adalah harapan bagi anak-anak kita,” tuturnya.
Semangat pelayanan sosial dan dedikasi yang tinggi, LKSA Nurlila terus mengokohkan posisinya sebagai lembaga yang hadir bukan hanya untuk memberi bantuan, tetapi juga untuk membangun kepercayaan, harapan, dan masa depan yang lebih baik bagi anak yatim dan anak kurang mampu di Lombok Timur. (Z-008)

Comments0