Lombok Timur, dialogmandalika.com, (18/11) – Upaya pencegahan terhadap maraknya praktik perjudian di wilayah Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru terus diperkuat oleh Polisi Masyarakat (Polmas).
Melalui program pembinaan berkelanjutan, Polmas menargetkan seluruh lapisan masyarakat agar sadar akan bahaya perjudian yang kini mulai merambah hingga ke anak-anak di bawah umur.
Kegiatan pembinaan yang digelar hari ini Selasa 11/25, di Dusun tengah Desa Batu Nampar Selatan, Polmas Adi Hukum WK yang didampingi Kepala Wilayah Tengah, memfokuskan pendekatan humanis dengan menyapa warga secara langsung.
Dirinya tegaskan bahwa perjudian, meski dianggap sepele, namun memiliki efek domino yang dapat merusak tatanan nilai sosial.
“Perjudian tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada keluarga dan lingkungan. Kami harus bergerak cepat sebelum praktik ini berkembang lebih jauh,” ujar Adi Hukum WK dalam arahannya.
Dirinya juga menambahkan, pembinaan yang dilakukan merupakan langkah refresif dan preventif untuk memastikan masyarakat memahami risiko dari keterlibatan dalam aktivitas perjudian, baik sebagai pelaku maupun pengikut.
Sementara, Kepala Wilayah (Kawil) Tengah, Suratman, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas prilaku warganya baru- baru ini yang ditemukan dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, perjudian kini bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi juga sudah merambah anak-anak usia sekolah.
“Ada anak-anak yang bermain menggunakan kelereng dan kartu, tetapi memakai uang sebagai taruhannya. Ini yang membuat kami selaku orang tua sangat resah,” jelas Suratman.
"Pola permainan semacam itu dapat menjerumuskan anak ke perilaku yang lebih buruk jika tidak segera dihentikan.
Sejumlah tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan pembinaan turut menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Polmas. Mereka menilai tindakan cepat ini sangat diperlukan mengingat kecenderungan kasus perjudian yang mulai mengganggu ketertiban dan keharmonisan antar warga.
"Selain merusak moral, perjudian berpotensi menimbulkan konflik, penyalahgunaan uang keluarga, hingga memicu aksi kriminal yang merugikan banyak pihak. Karena itu, peran Polmas dan perangkat desa dianggap sangat tepat dalam menjaga stabilitas sosial.
Lanjut, Polmas Batu Nampar Selatan, Ade Hukum WK, memastikan program pembinaan tidak berhenti pada satu kegiatan saja. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan dengan melibatkan pemuda, tokoh agama, perangkat desa, hingga komunitas ibu-ibu untuk memaksimalkan pencegahan di tingkat keluarga.
“Kami berharap masyarakat semakin paham dan sadar untuk menjauhi perjudian, serta bersama-sama menjaga desa agar tetap aman dan kondusif,” tegas Ade Hukum WK.
InsyaAllah dengan upaya yang berkelanjutan ini, Desa Batu Nampar Selatan diharapkan dapat menjadi wilayah yang bebas dari praktik perjudian dan mampu melindungi generasi muda dari dampak negatif yang mengancam masa depan mereka,"tutup Hukum. (Z- 008)

Comments0