BSCpGUY5BSM7TpClGSGoTUCiBA==

Video Dugaan Bullying di SDN 1 Batu Nampar Selatan, Fakta Kepicu Tak Mau Dilaporkan ke Kepsek


Lombok Timur, dialogmandalika.com (24/11) - Sebuah video berdurasi 1 menit 43 detik mendadak mengguncang jagat maya. Rekaman itu memperlihatkan seorang siswi SD dipukul dan ditendang oleh temannya di halaman sekolah. Diunggah oleh akun Facebook Algazefa pada Sabtu (22/11/2025), video tersebut langsung memantik gelombang kemarahan publik. Namun tak lama kemudian, video misterius itu menghilang, meninggalkan tanda tanya besar dan spekulasi liar.

Pihak sekolah tak tinggal diam. Komite, UPTD Kecamatan Jerowaru, hingga Polmas Desa Batu Nampar Selatan turun tangan. Penelusuran cepat dilakukan, dan hasilnya mengungkap kenyataan yang tak kalah mengejutkan dari videonya.

Setelah memanggil orang tua kedua siswi yang terlibat, terkuak sebuah fakta yang mengubah arah cerita. Aksi kekerasan itu bukanlah perundungan murni seperti yang disangka publik. Kedua siswi ternyata masih satu keluarga, dan pertengkaran semacam itu bukan hal baru bagi mereka.

Kepala SDN 1 Batu Nampar Selatan, H. Wahid, memaparkan awal mula kejadian. Siswi berinisial 'H' memecahkan genteng atap sekolah yang bisa ia capai dari sebuah tanggul setinggi satu meter. Perbuatannya dipergoki Y, yang mengancam akan melaporkannya kepada guru.

Saat itulah siswi berinisial S datang dengan nada mengancam:
“Awas kalau cerita sama Pak Guru!” Detik berikutnya, pukulan dan tendangan mendarat.

Dan yang paling menyedihkan, tidak ada satu pun teman yang melerai. Justru kamera ponsel diangkat, mengabadikan detik-detik yang kemudian viral.

Kasus terjadi ketika kepala sekolah sedang mengikuti kegiatan jalan sehat di Selong, sementara sejumlah guru berada di ruang guru mengisi sulinjar. Momen kosong pengawasan itulah yang akhirnya menjadi titik kritis.

“Kami selama ini selalu melakukan pembinaan karakter. Tapi kejadian ini menjadi pelajaran keras bagi kami untuk lebih memperketat pengawasan,” kata Wahid.

Setelah video menyebar cepat, pihak sekolah dengan sigap memediasi kedua keluarga. Pertemuan berlangsung tegang, namun berakhir damai. Kedua pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Pemilik akun Algazefa mengaku menghapus video karena tidak ingin memperkeruh keadaan.
“Saya hapus setelah tahu mereka masih keluarga dan sudah berdamai,” ujarnya kepada media ini melalui pesan pribadi.

Komite Sekolah, Bukhari Ibrahim, menilai insiden ini menjadi alarm keras bagi pihak sekolah.
“Meski persoalan keluarga, kejadian ini tetap harus menjadi evaluasi besar. Sekolah harus benar-benar memastikan lingkungan belajar aman,” tegasnya.

Kanit UPTD Kecamatan Jerowaru, L. Sri Gede Kadindi, S.Pd., yang memimpin apel keesokan harinya, menambahkan bahwa komunikasi antara guru, orang tua, dan siswa harus terus diperkuat.
“Gesekan sekecil apa pun harus cepat ditangani. Pendidikan karakter bukan sekadar formalitas, ini kebutuhan,” ujarnya.

Polmas Desa Batu Nampar Selatan, Ade Hukum WK, memastikan kasus ini tidak bergulir ke ranah hukum.
“Keduanya masih keluarga dekat dan sepakat damai. Kami harap masyarakat tidak mudah terpancing oleh video yang beredar,” katanya.(Z-008)


Comments0

Type above and press Enter to search.