BSCpGUY5BSM7TpClGSGoTUCiBA==

Kendala Arus Deras, Balita 4 Tahun Hanyut di Parit Depan SDN 1 Selong Belum Ditemukan.

 


Lombok Timur, Dialog Mandalika.com – (25/2) Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun, M. Azril, dilaporkan hanyut di parit depan SDN 1 Selong, Jalan Pattimura RT 06 Lingkungan Seruni, Kelurahan Selong, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 08.45 WITA.

Korban diketahui beralamat di Jalan Pattimura RT 13 Lingkungan Seruni, Selong. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian aparat kepolisian bersama tim SAR dan warga.

Peristiwa bermula ketika Azril mendatangi rumah temannya, Putri (5), untuk mengajak bermain sekaligus mandi hujan. Ajakan tersebut sempat dilarang oleh Lia Andriani (30), ibu Putri. Ia bahkan memberikan telepon genggam kepada anaknya agar tidak keluar rumah dan mengunci pintu.
Namun, tanpa sepengetahuan orang dewasa, Azril dan Putri keluar melalui jendela saat Lia tertidur.

Sekitar pukul 08.45 WITA, Putri memberi tahu ibunya bahwa Azril turun ke parit untuk bermain air dan kemudian hilang terbawa arus. Lia segera menghubungi Busairin (51), ayah korban.

Mendapat kabar tersebut, Busairin bersama warga langsung mendatangi lokasi dan menyusuri aliran parit sepanjang Jalan Pattimura hingga simpang empat TPU Selong. Namun upaya awal itu belum membuahkan hasil.

Saat kejadian, hujan memang tidak terlalu deras. Namun debit air di dalam parit cukup besar akibat hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Selong sebelumnya.

Derasnya arus membuat korban diduga bisa hanyut hingga ke wilayah Kelayu. Kondisi cuaca yang masih diguyur hujan juga menjadi kendala dalam proses pencarian.

Anggota Polsek Selong bersama tim SAR Lombok Timur telah turun ke lokasi dan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran parit.

Warga berharap Kapolsek Selong segera menginstruksikan Bhabinkamtibmas, khususnya di wilayah Kelayu Selatan dan Kelayu Jorong, untuk mengerahkan masyarakat melakukan pengecekan di titik-titik aliran air yang mengarah ke wilayah tersebut.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius akan bahaya saluran drainase terbuka, terutama saat musim hujan. Minimnya pengamanan di sekitar parit serta derasnya arus menjadi ancaman nyata bagi keselamatan anak-anak.

Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung. Warga dan keluarga korban berharap Azril segera ditemukan. (RN-006)

Comments0

Type above and press Enter to search.