Lombok Timur, dialogmandalika.com (29/03) Suasana khidmat bercampur semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hultah ke-26 Majelis Zikir Al-Hisnul Mani’ NW Pancor Manis yang digelar di Yayasan Ponpes Faaarunniyah Assa’udah, Minggu (29/3/2026). Ribuan jamaah memadati lokasi, menegaskan besarnya pengaruh majelis ini sebagai pusat penguatan spiritual masyarakat.
Acara bergengsi tersebut turut dihadiri langsung oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub.Int, jajaran Baznas NTB, perbankan daerah, hingga tokoh agama dan masyarakat dari berbagai penjuru.
Ketua panitia, Muhammad Syukron, SE, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan benteng iman sekaligus ruang mempererat ukhuwah Islamiyah. Ia juga membuka peluang pengembangan program sosial ke depan, termasuk rencana nikah massal bagi masyarakat.
“Momentum ini kita jadikan sebagai ajang halal bihalal dan penguatan kebersamaan. Terima kasih kepada Gubernur NTB, Bank NTB Syariah, dan Baznas yang terus mendukung,” ujarnya.
Mengawali rangkaian tausyiah, Ketua Baznas NTB Dr. Lalu M. Iqbal Murad, MA, mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan hati (qolbu) di tengah tekanan kehidupan.
“Hati juga bisa lelah. Ia butuh nutrisi rohani berupa hikmah. Majelis dzikir seperti ini menjadi jalan menghadirkan keberkahan yang terus bertumbuh,” tegasnya.
Sorotan utama datang dari Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. Dalam sambutannya, ia berbicara lugas tentang realitas yang dihadapi daerah saat ini.
“NTB masih masuk dalam 12 provinsi termiskin dari 38 provinsi di Indonesia. Setelah saya turun langsung ke lapangan, kondisi itu nyata, bahkan kita masih menghadapi kemiskinan ekstrem,” ungkapnya tanpa tedeng aling-aling.
Meski demikian, ia menegaskan optimisme. Menurutnya, kekuatan utama NTB terletak pada ketahanan batin masyarakat yang tidak pernah miskin.
“Ke depan, 3 hingga 4 tahun, fokus kita jelas, membangun desa sebagai strategi utama menekan kemiskinan,” tegasnya.
Sementara itu, Pimpinan Majelis, TGH. Muhammad Jamiluddin Syahid Al Yazidi, Q.H, S.Pd.I, menegaskan bahwa solusi dari berbagai persoalan hidup, termasuk kemiskinan, tidak bisa dilepaskan dari kekuatan spiritual.
“Ikhlas adalah ketika kita senang berbuat baik dan gelisah saat berbuat salah. Dan istighfar adalah kunci utama untuk keluar dari kesulitan, penyakit, hingga kemiskinan,” pesannya.
Dukungan penuh dari Bank NTB Syariah dan Baznas NTB menjadikan kegiatan ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum strategis menyatukan visi: memperkuat iman sebagai fondasi, dan membangun desa sebagai jalan menuju NTB yang lebih sejahtera. RN-006

Comments0