Lombok Barat, dialogmandalika.com,(2/03) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Lombok Barat (Lobar) NTB mengklaim pihaknya menjadwalkan pengangkutan sampah pasar tradisional Keru kecamatan Narmada sebanyak empat kali dalam satu Minggu. Namun fakta dilapangan dinilai tidak sesuai dengan kenyataan.
"Sampah Pasar Keru diangkut 4 kali seminggu, jadwalnya Senin-Rabu-Jumat-Sabtu," disampaikan Kepala Dinas LH Lobar, Muhammad Busyairi, melalui pesan singkatnya kepada media ini, Rabu (1/4/2026).
Busyairi juga mengklarifikasi terkait pernyataan Kabid Pasar Disperindag kabupaten Lobar, Lalu Adirin, yang sebelumnya menyatakan salah satu penyebab tidak diangkutnya pasar keru sampai sebulan lebih selama bulan Ramadhan Hingga Usai Lebaran Idul Fitri 1447 H akibat kerusakan mesin pengolah sampah.
Selain itu, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah yang ada di kawasan Kebon Kongok mulai membatasi jadwal pembuangan sampah yang sebelumnya 3-4 kali dalam seminggu namun kini hanya sekali setiap minggunya bahkan tidak pernah sama sekali.
Menurut Busyairi, penyebab lamanya sampah pasar tradisional diangkut oleh pihaknya akibat mesin pengolah sampah yang telah disediakan Pemda Lobar di dua kecamatan yakni kecamatan Gunung Sari dan Lingsar tidak dioperasikan dengan maksimal.
"Mungkin sedikit koreksi, penyebabnya (sampah pasar lama diangkut) bukan krn mesin rusak tp blm maksimal," ujarnya masih dalam pesan singkat.
Namun ironis, apa yang disampaikan oleh Kadis LH Lobar, Muhammad Busyairi itu justru ditentang pihak Pengurus pasar Keru. Bahkan, mandor pasar Keru, Suherman, menegaskan, bahwa jadwal yang disampaikan DLH Lobar itu cuma janji belaka dan tidak sesuai kenyataan.
"belum ada janji doang, saya tetap pantau dia," cetus Suherman kepada media ini, kamis (2/4/2026).
Pengurus pasar Keru menilai apa yang disampaikan pihak DLH Lobar hanya janji palsu tidak sesuai kenyataan dilapangan. Hingga saat ini tumpukan sampah di TPS pasar Keru masih terus terjadi.
Suherman mengaku hingga saat ini dirinya kerap menuai kritik dan komplain dari masyarakat dan pedagang saking lamanya sampah pasar Keru tak kunjung diangkut pihak pemda. Situasi ini dinilai sangat menggangu pedagang dan pengunjung pasar. Bahkan berpotensi mengganggu target pendapatan daerah (PAD).
"sekarang saya di komplin sama masarakat karna pedagang keluar ke badan jalan karna lokasi yg semula penuh sampah," tutup mantan mandor pasar Narmada itu. (Lan-007)

Comments0