Lombok Timur, dialogmandalika.com (03/07) - BAZNAS Lombok Timur menjemput bola dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UMKM Sunrise Point di Labuan Haji serta menggelar sosialisasi zakat pertanian bagi petani kelapa, Kamis (2/7).
Langkah tersebut langsung menyasar potensi besar dari sektor kuliner dan agraria yang selama ini belum terkelola maksimal.
Ketua BAZNAS Lotim, H. Muhammad Kamli, menegaskan bahwa pembentukan UPZ bukan sekadar penarikan dana, melainkan siklus kebaikan ekonomi.
"Dana yang dihimpun dari pelaku usaha akan dikelola secara profesional dan dikembalikan untuk pemberdayaan UMKM, sekaligus menjadi stimulus nyata percepatan pengentasan kemiskinan berbasis usaha kecil" tegaskannya.
Di sisi lain, para petani kelapa diedukasi untuk beralih dari kebiasaan memberi secara personal ke penyaluran resmi melalui lembaga.
Hal ini memastikan distribusi zakat lebih adil, terukur, dan tepat sasaran bagi mustahik di seluruh Lotim.
integrasi UPZ dan sistem digitalisasi menuju BAZNAS Smart, transparansi penyaluran terbuka lebar bagi muzaki. Zakat pun terbukti bukan sekadar ritual spiritual, melainkan instrumen penggerak roda ekonomi yang kuat, dari hulu pertanian hingga hilir konsumsi.(red.RN-006)

Comments0