BSCpGUY5BSM7TpClGSGoTUCiBA==

Dorong Pengembangan Kompetensi Melalui Pelatihan Yang Fleksibel Dan Efisien.

NTB, dialogmandalika.com (24/08) -- Pemerintah Provinsi NTB menekankan atas diperlukan pemetaan jabatan dan analisis jabatan yang dilakukan secara serius oleh masing-masing OPD. Penataan tersebut akan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta potensi setiap pegawai.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Pemprov NTB yang digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubenur NTB di Mataram, Senin (24/8/2026).

Dalam proses redistribusi pegawai, Gubernur menyampaikan dua tahapan pendekatan. 

Pertama, perpindahan secara sukarela melalui pemetaan profil OPD dan penawaran kepada pegawai yang memiliki kompetensi untuk mengisi kebutuhan di OPD lain.

Pendekatan ini sekaligus membuka peluang ditemukannya talenta-talenta yang selama ini belum terlihat di perangkat daerah masing-masing.

Tahap berikutnya adalah penempatan berdasarkan kebutuhan organisasi. Pegawai harus siap ditempatkan sesuai kebutuhan pemerintahan sebagai salah satu konsekuensi dari penerapan manajemen talenta.


Sementara itu, Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, Ak., menekankan pentingnya koordinasi dengan Biro Organisasi untuk memastikan analisis jabatan dapat menggambarkan kebutuhan riil setiap perangkat daerah.

Penguatan manajemen talenta juga mendapat perhatian dari jajaran BPSDM. Salah satu pendekatan yang didorong adalah memperluas kesempatan pengembangan kompetensi melalui pelatihan yang fleksibel dan efisien.

Pemanfaatan pembelajaran daring menjadi salah satu opsi. Dengan waktu belajar yang lebih singkat dan fleksibel, ASN tetap dapat meningkatkan kompetensi tanpa meninggalkan tugas utama.

Selain itu, dalam Rapim juga dibahas gagasan pengembangan kompetensi melalui pola tutor sebaya untuk menjawab keterbatasan anggaran pelatihan. 

Pegawai dapat saling berbagi pengetahuan dan pengalaman sehingga proses belajar berlangsung lebih dekat dan kontekstual, dengan tetap memperhatikan rekomendasi serta ketentuan pemerintah pusat.

Dalam pembahasan tersebut juga ditekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap prestasi ASN. Prestasi tidak hanya dipandang sebagai capaian personal, tetapi juga perlu mempertimbangkan kontribusi terhadap keberhasilan organisasi dan kerja kolektif lintas-OPD.

Gubernur pada kedempatan tersebut juga menambahkan,   keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan upaya pengembangan kualitas aparatur. Pemerintah harus mengubah paradigma dari sekedar menambah anggaran menjadi bagaimana memaksimalkan sumber daya dan anggaran yang telah tersedia.

“Bagaimana dengan fiskal yang ada kita berbuat lebih banyak. Kita tidak lagi berpikir menambah anggaran, tetapi bagaimana memanfaatkan anggaran yang ada. Kita harus mengubah paradigma pikiran kita,” tegasnya.

Gubernur juga mengapresiasi koordinasi dan upaya jajaran perangkat daerah dalam mempersiapkan penerapan manajemen talenta. Ia menekankan bahwa keberhasilan kebijakan tersebut membutuhkan kerja bersama dan kesamaan visi seluruh perangkat daerah.

“Teman-teman hadir di publik sebagai Provinsi NTB, Pemprov NTB. Jadi dalam menjalankan tugas ini ayo kita datang sebagai satu atap. Itu prinsip yang ingin saya tekankan,” tandasnya.

Pemprov NTB berharap penataan ASN tidak hanya menghasilkan distribusi pegawai yang lebih proporsional, tetapi juga mampu membuka ruang pengembangan karier, meningkatkan kompetensi, serta memastikan setiap aparatur ditempatkan sesuai kemampuan dan kebutuhan organisasi. red.AD-001


Comments0

Type above and press Enter to search.