BSCpGUY5BSM7TpClGSGoTUCiBA==

Pemerintah Jangan Jual Slogan Saja, Karena Pemuda Mitra Strategis Pembangunan Buka Kolaborasi


Lombok Timur, dialogmandalika.com (13/08) – Peran pemuda dalam kemajuan daerah semakin strategis. Pemuda tidak boleh lagi hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan harus dilibatkan secara substansial mulai dari tahap perencanaan, pengambilan keputusan, hingga eksekusi program.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Isroni alias Bang Roni yang menyoroti pentingnya perluasan ruang komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda.

Menurutnya, kemajuan daerah merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi kuat antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda yang memiliki energi, kreativitas, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.

“Pemuda memegang peran krusial dalam menentukan arah perkembangan daerah. Oleh karena itu, pelibatan mereka tidak boleh sekadar bersifat seremonial atau hanya sebagai pendukung program pemerintah. Mereka membutuhkan ruang yang memadai untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan kapasitas, dan berkontribusi secara nyata,” ujar Bang Roni sapaan akrabnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah perlu membangun pola komunikasi yang sehat, produktif, dan berkelanjutan dengan pemuda. Pelibatan pemuda tidak seharusnya hanya terjadi saat ada agenda kegiatan tertentu, sementara aspirasi dan keresahan mereka belum mendapatkan saluran yang tepat.

Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi pemuda bukanlah kurangnya semangat, melainkan terbatasnya akses terhadap kesempatan, keterampilan, dukungan, dan wadah aktualisasi. Dalam konteks ini, pemerintah dituntut hadir tidak hanya sebagai pembuat kebijakan, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuhnya kreativitas dan kapasitas generasi muda.

“Jika ingin Lombok berkembang, maka pemudanya harus diberdayakan terlebih dahulu. Berikan mereka kesempatan, bekali dengan keterampilan, dorong kreativitas, dan yang terpenting, sediakan ruang untuk berkontribusi,” tegasnya.

Muhammad Isroni juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mampu menjawab seluruh tantangan pembangunan jika berjalan sendiri. Sebaliknya, pemuda juga memerlukan dukungan kebijakan dan fasilitas agar gagasan-gagasan mereka dapat diimplementasikan, bukan hanya berhenti sebagai wacana.

Ia menggarisbawahi lima kebutuhan fundamental bagi pemuda: kesempatan berkembang, peningkatan keterampilan, ruang komunikasi yang terbuka, dukungan sistemik, serta keberadaan rumah pemuda sebagai wadah berkarya dan berorganisasi. Rumah pemuda, dalam pandangannya, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kolaboratif tempat pemuda bertemu, berdiskusi, membangun jejaring, dan melahirkan inovasi bagi daerah.

“Jangan biarkan energi besar pemuda tersia-siakan karena ketiadaan ruang. Kreativitas mereka juga tidak boleh mati suri akibat minimnya kesempatan. Daerah yang maju adalah daerah yang mampu mengelola energi pemuda menjadi kekuatan pembangunan yang nyata,” katanya.

Ke depannya, Muhammad Isoni berharap pemerintah di Lombok dapat membangun hubungan yang lebih terbuka dan setara dengan pemuda. Komunikasi harus menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat terhadap agenda tertentu.

“Pemuda hari ini bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi merupakan kekuatan pembangunan yang aktif saat ini. Jika pemerintah serius mendorong kemajuan daerah, maka membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk berpikir, berkarya, dan berkolaborasi adalah langkah strategis yang tidak bisa ditawar lagi,” pungkasnya.(red.RN-006)


Comments0

Type above and press Enter to search.