Korban mencapai 352 orang, dengan rincian 144 korban di Puskesmas Pringgarata, 124 di Puskesmas Aik Darek, 67 di Puskesmas Mantang, dan 17 di Puskesmas Bagu.
Lombok Tengah, dialogmandalika.com (11/09) -- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lombok Tengah Mekar Bersatu di bawah Yayasan Budi Sain Mangkling, menyusul insiden dugaan keracunan massal di tiga sekolah di Kecamatan Batukliang, Jumat (11/9/2026).
Kasatgas Makan Bergizi Gratis (MBG) NTB, Fathul Gani, mengatakan penghentian dilakukan karena kejadian tersebut masuk kategori kejadian menonjol. Operasional SPPG dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Ratusan siswa dari SDN Repok Puyung, SDN Beber, dan MTs Qudwatun Hasanah dilaporkan mengalami sejumlah gejala, seperti pusing, mual, muntah, nyeri perut, lemas, sesak napas hingga diare.
Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 12.30 WITA, total korban mencapai 352 orang, dengan rincian 144 korban di Puskesmas Pringgarata, 124 di Puskesmas Aik Darek, 67 di Puskesmas Mantang, dan 17 di Puskesmas Bagu.
Para korban mendapat penanganan medis. Sebagian telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya.
Menu MBG yang disalurkan pada hari kejadian terdiri dari nasi, ayam goreng tepung, sayur, menu cacah, serta roti canai atau sejenisnya. Tim investigasi epidemiologi masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui komponen makanan yang diduga menjadi sumber kontaminasi.
Sementara itu, Polresta Lombok Tengah telah melakukan olah TKP di SPPG terkait serta memeriksa Kepala SPPG, Kepala Dapur, dan Kepala Yayasan. Sampel makanan juga telah dibawa ke BPOM Mataram untuk pemeriksaan.
Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Heriyanto menegaskan pihaknya akan mengawal penanganan kasus tersebut hingga tuntas dan mengimbau seluruh SPPG memperketat pengawasan serta menjalankan SOP dalam pengolahan dan distribusi MBG.red.AD-001.

Comments0