Lombok Timur, dialogmandalika.com (11/10) — Pendidikan demokrasi tidak seharusnya berhenti pada sosialisasi menjelang pemilihan umum (pemilu).
Lebih dari itu, pemahaman tentang kedaulatan rakyat, hak politik, tanggung jawab sebagai warga negara, dan penghormatan terhadap perbedaan perlu ditanamkan sejak bangku sekolah.
Semangat itulah yang melandasi kolaborasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Timur bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur dalam menyusun modul pendidikan pemilu berbasis kokurikuler bagi siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Aliyah Swasta (MAS) se-Kabupaten Lombok Timur.
Program yang dikemas melalui Kegiatan Kokurikuler Generasi Demokrasi (Gen D) tersebut menjadi langkah konkret untuk memperkenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda, khususnya siswa madrasah yang akan memasuki usia sebagai pemilih pemula.
Berdasarkan keterangan KPU Lombok Timur, model kerja sama penyusunan modul pendidikan pemilu bagi madrasah aliyah ini diklaim sebagai yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
KPU Lotim Perluas Pendidikan Pemilih di Luar Tahapan Pemilu
Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Lombok Timur, Dr. Retno Sirnopati, M.Hum., menjelaskan bahwa pendidikan pemilih pemula merupakan salah satu agenda penting KPU pada masa pascatahapan pemilu dan pemilihan kepala daerah (pilkada) ungkapnya pada Selasa lalu (6/10/2026).
Menurut Retno, upaya membangun kualitas demokrasi tidak cukup dilakukan ketika masyarakat mulai disibukkan dengan tahapan pemungutan suara. Pemahaman tentang pemilu perlu dipersiapkan lebih awal agar calon pemilih memiliki pengetahuan yang memadai sebelum menentukan pilihan politiknya.
“Ketiga adalah pendidikan Pemilu bagi Pemilih Pemula,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, KPU Lombok Timur menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga, termasuk Kemenag Lombok Timur, untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilu melalui lingkungan pendidikan formal.
“Keempat yaitu bekerja sama dengan beberapa lembaga, di antaranya dengan Kemenag, yang sudah berjalan yaitu pembuatan modul buku kurikuler untuk Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta se-Kabupaten Lombok Timur,” kata Retno.
Ia menegaskan, berdasarkan keterangan KPU Lombok Timur, kerja sama tersebut memiliki keistimewaan karena menjadi model penyusunan modul pendidikan pemilu untuk madrasah aliyah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.
“Dan itu pun satu-satunya yang ada di Indonesia,” tegasnya.
Klaim tersebut menempatkan program Gen D sebagai inisiatif yang perlu mendapat perhatian, terutama dalam pengembangan pendidikan pemilih yang terintegrasi dengan lingkungan pendidikan madrasah.red.RN-006,

Comments0